Kleting: Semangat Positif Bikin Kerja Lebih Produktif

Kompas.com - 16/05/2012, 12:04 WIB

KOMPAS.com - Bagi desainer muda bertalenta, Kleting Titis Wigati, suasana hati atau pikiran positif dan negatif dapat memengaruhi produktivitasnya dalam berkarya merancang busana.

Ada masanya, perasaan atau pikiran negatif memicu diri untuk mencipta karya dan lebih produktif karenanya. Namun, hasil karya yang tercipta biasanya juga mewakili suasana ini. Menurut Kleting, karya yang tercipta dari semangat positif, baik pikiran maupun suasana hati yang selalu dijaga untuk tetap positif, memberikan hasil yang berbeda, jauh lebih baik.

"Semangat positif memacu diri untuk selalu menyentil sisi kreatif. Kalau mood enak, bikin apa pun jadi baik dan jauh lebih produktif," tuturnya kepada Kompas Female di Jakarta beberapa waktu lalu.

Perempuan kelahiran Jakarta, 16 November 1981 ini mengaku pernah mencipta karya, merancang busana berangkat dari kesedihan. "Ada masa-masa mencipta karya saat galau, sekitar tahun 2000, yang hasilnya saya membuat koleksi busana cenderung gelap dengan garis rancang tajam," jelasnya.

Beranjak dewasa dengan pribadi yang jauh lebih matang, Kleting pun merasakan perbedaan hasil karya yang diciptakan dari semangat positif. "Hasilnya lebih baik," ungkapnya.

Memiliki sikap positif setiap harinya membantu Kleting untuk menjadi lebih kreatif. Ia pun mengaku lebih bersemangat menstimulasi kreativitas dengan beragam cara. Mulai bertukar pikiran dengan desainer grafis, kalangan seniman, untuk menemukan ide dan konsep terbaik dalam proses merancang busana.

"Saya tidak takut berbagi ide dengan desainer dan seniman, karena dengan begitu kreativitas makin berkembang," tuturnya.

Dorongan untuk menghasilkan karya terbaik berangkat dari semangat positif dari dalam diri. Inilah sisi baik sikap positif yang dirasakan sendiri manfaatnya oleh Kleting. Sikap positif tentunya tak datang dengan sendirinya, dan setiap pribadi perlu mengusahakannya.

Kleting punya cara untuk selalu menghadirkan semangat positif dalam diri. "Saya rutin melakukan meditasi, 20 menit setiap hari, bangun dan sebelum tidur," tutupnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau